Jual Sensor Omron E2KQ-X10ME2 2M
Omron E2KQ-X10ME2 2M
Sensor Omron E2KQ-X10ME2 2M adalah proximity sensor kapasitif tahan bahan kimia untuk deteksi non-kontak di lingkungan industri ekstrem. Kami menjual Sensor Omron E2KQ-X10ME2 2M original dan siap pakai untuk kebutuhan otomasi. Dengan desain M18 unshielded, sensor ini mampu mendeteksi objek konduktor dan non-konduktor dengan akurasi tinggi serta output NC yang cocok untuk sistem kontrol dan keamanan otomatis.
Spesifikasi Sensor Omron E2KQ-X10ME2 2M
Untuk membantu Anda memahami performa sensor ini, berikut spesifikasi lengkapnya:
1. Desain dan Tipe Sensor
- Ukuran kepala sensor: M18
- Bentuk: Silinder berulir (cylinder type)
- Jenis: Capacitive Proximity Sensor
- Tipe pelindung: Unshielded
- Panjang kabel: 2 meter (pre-wired)
Desain ini memudahkan instalasi langsung pada mesin tanpa memerlukan aksesori tambahan.
2. Jarak Deteksi dan Pengaturan Sensitivitas
Sensor ini memiliki kemampuan deteksi yang fleksibel:
- Jarak deteksi maksimum: 10 mm
- Jarak pengaturan: 6 hingga 10 mm
- Differential distance: 4% hingga 20% dari jarak deteksi
Fitur ini memungkinkan pengguna menyesuaikan sensitivitas sesuai kebutuhan aplikasi industri.
3. Deteksi Berbagai Jenis Material
Sensor Omron E2KQ-X10ME2 2M mampu mendeteksi:
- Logam (konduktor)
- Non-logam (plastik, cairan, kaca, bahan kimia)
Sebagai referensi, objek standar yang digunakan adalah pelat logam berukuran 50 x 50 x 1 mm yang terhubung ke ground.
Performa Kelistrikan dan Output NPN
Kami menjelaskan spesifikasi performa kelistrikan dan sistem output NPN pada sensor ini yang kami rancang untuk memberikan efisiensi, stabilitas, dan keandalan tinggi dalam berbagai aplikasi otomasi industri.
1. Tegangan dan Konsumsi Daya
- Tegangan kerja: 12 – 24 VDC
- Rentang tegangan: 10 – 30 VDC
- Ripple maksimum: 10%
- Konsumsi arus: maksimal 15 mA
Sensor ini dirancang untuk efisiensi energi tanpa mengurangi performa.
2. Sistem Output dan Mode NC
- Output: NPN (3-wire DC)
- Mode operasi: NC (Normally Closed)
- Kapasitas switching: 100 mA maksimum
- Tegangan sisa: maksimal 1.5 V
Mode NC sangat cocok untuk aplikasi fail-safe, di mana sistem tetap aktif hingga terjadi perubahan kondisi.
Sensor juga dilengkapi indikator LED merah untuk memudahkan monitoring status deteksi secara visual.
Struktur Mekanik, Dimensi, dan Detail Instalasi Sensor
Berdasarkan gambar teknis, sensor Omron E2KQ-X10ME2 2M mengusung desain presisi untuk memudahkan pemasangan sekaligus memberikan ketahanan jangka panjang dalam lingkungan industri. Berikut penjelasan detailnya:
Spesifikasi Dimensi Utama:
- Diameter sensor (ulir): M18 x 1.5
- Material body: Fluorine resin (tahan bahan kimia)
- Panjang total sensor: ±61.8 mm
- Panjang bagian ulir: ±20 mm
- Diameter kepala sensor: ±24 mm
- Diameter bagian sensing: ±16 mm
Pada bagian depan sensor terdapat:
- Indicator LED merah sebagai penanda deteksi
- Lubang pengaturan sensitivitas (adjustment screw) yang dapat disesuaikan
Fungsi Pengaturan Sensitivitas:
- Diputar ke kiri → sensitivitas meningkat
- Diputar ke kanan → sensitivitas menurun
Fitur ini memberikan fleksibilitas dalam penyesuaian sesuai kebutuhan aplikasi di lapangan.
Detail Kabel dan Koneksi:
- Jenis kabel: PVC insulated round cable
- Jumlah inti: 3 kabel (3-wire system)
- Diameter kabel: ±6 mm
- Penampang konduktor: 0.5 mm²
- Diameter isolasi: ±1.9 mm
- Panjang kabel: 2 meter
Dimensi Lubang Pemasangan:
- Diameter lubang mounting: sekitar 18–18.5 mm
Dengan spesifikasi tersebut, sensor dapat terpasang dengan kokoh dan stabil pada berbagai mesin maupun panel industri.
Konfigurasi Sirkuit dan Logika Output (NC)
Sebagai sensor dengan tipe NC (Normally Closed), memahami diagram sirkuit dan timing chart sangat penting untuk integrasi ke dalam sistem PLC atau kontroler Anda.
1. Diagram Sirkuit Output (NPN)
Berdasarkan diagram teknis sirkuit, sensor ini menggunakan sistem 3-kabel:
-
Cokelat (Brown): Jalur positif ($+V$).
-
Biru (Blue): Jalur negatif ($0V$).
-
Hitam (Black): Jalur Output (beban maksimal 100 mA).
-
2. Grafik Operasi (Timing Chart) Mode NC
Berbeda dengan tipe NO, pada tipe E2KQ-X10ME2 (NC):
-
Saat tidak ada objek (Sensing object: No), beban (Load) tetap dalam kondisi Operate (aktif) dan tegangan output berada pada level Low.
-
Saat objek terdeteksi (Sensing object: Yes), beban akan Reset (terputus), tegangan output naik ke level High, dan Indikator Merah pada sensor akan menyala.
Panduan Instalasi Khusus (Interferensi & Pengaruh Logam)
Untuk menjaga akurasi deteksi dan mencegah error, pemasangan harus memperhatikan jarak bebas antar sensor dan material logam di sekitarnya.
1. Pencegahan Interferensi Timbal Balik (Mutual Interference)
Jika Anda memasang dua sensor atau lebih secara berdekatan, pastikan jarak minimal berikut terpenuhi:
-
Jarak Berhadapan (A): Minimal 200 mm.
-
Jarak Sejajar (B): Minimal 32 mm (diukur dari titik tengah sensor).
2. Jarak Aman dari Material Logam (Surrounding Metals)
Karena tipe unshielded, sensor ini sangat sensitif terhadap logam di sekitarnya. Ikuti standar jarak berikut:
-
Tonjolan Sensor (I): Minimal 30 mm dari permukaan dudukan.
-
Diameter Lubang (d): Minimal 75 mm jika sensor berada di dalam lubang logam.
-
Jarak Samping (m): Minimal 30 mm dari dinding logam terdekat.
-
Jarak Depan (n): Minimal 90 mm dari benda logam di depannya.
-
Tinggi Pemasangan (G & H): Jarak bebas dari dasar logam (G) minimal 30 mm dan tinggi (H) minimal 35 mm.
Penting: Pastikan objek logam di sekitar sensor terhubung ke ground (grounded). Tanpa grounding yang benar, operasional sensor E2KQ-X tidak akan stabil dan rentan terhadap gangguan induksi.
Saran Penempatan:
-
Anda sebaiknya meletakkan bagian Sirkuit dan Timing Chart di bawah sub-bab ‘Performa Kelistrikan dan Output NPN’.
-
Bagian Interferensi dan Jarak Aman Logam bisa diletakkan di akhir sub-bab “Struktur Mekanik, Dimensi, dan Detail Instalasi Sensor” sebagai panduan teknis tambahan bagi teknisi di lapangan.
