Omron E2K-C25MY2 5M

Jual Sensor Omron E2K-C25MY2 5M

PT RDS (Raibung Delapan Sinergi) menyediakan Sensor Omron E2K-C25MY2 5M yang siap pakai untuk menjaga kelancaran lini produksi Anda. Sensor kapasitif jarak jauh ini hadir dalam kondisi baru (brand new), 100% orisinal, dan didukung garansi resmi 1 tahun sebagai bentuk komitmen kami terhadap performa dan keandalan jangka panjang. Dengan harga yang kompetitif di pasar Indonesia serta layanan pengiriman cepat ke seluruh wilayah, PT RDS adalah mitra terpercaya untuk memenuhi kebutuhan sensor industri Anda secara profesional dan tanpa kompromi.

Omron E2K-C25MY2 5M

Dalam dunia otomasi industri, mendeteksi keberadaan objek tanpa kontak fisik pada jarak yang cukup jauh merupakan kebutuhan krusial. PT. RDS menghadirkan solusi melalui jajaran produk Long-distance Proximity Sensor berdiameter 34 mm, khususnya seri unggulan untuk sistem bertegangan AC. Kami menjual E2K-C25MY2 5M—salah satu varian terbaik yang kami ulas secara rinci dalam artikel ini—yang mengusung jarak deteksi standar 25 mm, fitur mode NC (Normally Closed), kabel terintegrasi 5 meter, serta konstruksi tipe silinder unshielded.

Spesifikasi Utama Sensor E2K-C25MY2 5M

Berikut adalah parameter teknis yang membuat sensor ini cocok untuk berbagai lingkungan produksi:

Parameter Detail
Diameter sensor 34 mm
Tipe sensor Silinder kapasitif, tanpa pelindung logam di sisi sensor (unshielded)
Sumber daya Model AC 2-kawat
Jarak deteksi maksimal 25 mm
Rentang setting jarak 3 hingga 25 mm
Mode operasi NC (Normally Closed)

Model ini tersedia dalam varian standar 25 mm serta opsi Noise-Immunity 20 mm untuk lingkungan dengan interferensi elektromagnetik tinggi.

Performa dan Keandalan

Sensor ini mampu mendeteksi baik objek konduktor maupun dielektrik. Dengan objek deteksi standar berupa logam berukuran 50×50×1 mm yang dibumikan (grounded), sensor memberikan hasil yang stabil.

  • Frekuensi respons: 10 Hz (nilai rata-rata)

  • Differential distance: Maksimal 15% dari jarak deteksi (saat disetel 25 mm ±10%)

  • Tegangan catu daya: 100 s.d. 220 VAC

  • Rentang tegangan operasi: 90 hingga 250 VAC

  • Arus bocor: Maks. 1 mA (pada 100 VAC) dan 2 mA (pada 200 VAC)

  • Arus beban (resistif): 5 hingga 200 mA

Fitur Pelengkap untuk Kemudahan Instalasi

  • Indikator operasi berwarna merah untuk status deteksi

  • Penyetel sensitivitas untuk penyesuaian lapangan

  • Pelindung lonjakan tegangan (surge suppressor) sebagai pengaman internal

  • Metode koneksi kabel terintegrasi sepanjang 5 meter (pre-wired)

Ketahanan Lingkungan

Sensor ini dibangun untuk bekerja dalam kondisi ekstrem:

Parameter Nilai
Suhu operasi -25°C hingga +70°C
Suhu penyimpanan -25°C hingga +70°C
Kelembapan operasi 35% s.d. 95%
Pengaruh suhu terhadap jarak deteksi ±15% (pada -10°C s.d. 55°C)
±25% (pada -25°C s.d. 70°C)
Pengaruh tegangan ±2% dari jarak deteksi pada rentang +20%/-10% tegangan nominal
Ketahanan getar 10–55 Hz, amplitudo 1,5 mm, 2 jam tiap sumbu X, Y, Z
Ketahanan benturan 500 m/s², 10 kali tiap sumbu
Tingkat perlindungan IP66 (menurut IEC)

Dimensi, Wiring, dan Cara Kerja

Memahami aspek teknis secara mendalam adalah langkah awal yang krusial untuk memastikan pemasangan sensor berjalan sempurna. Oleh karena itu, berikut adalah panduan komprehensif mengenai dimensi fisik, spesifikasi pengabelan, hingga prinsip kerja dari Sensor Omron E2K-C25M:

1. Spesifikasi Fisik & Dimensi Omron E2K-C25M

Memahami dimensi fisik sensor sangat krusial sebelum melakukan fabrikasi braket pemasangan atau merencanakan tata letak mesin. Berdasarkan datasheet resmi, berikut adalah detail ukuran untuk seri E2K-C25M:

Diagram Dimensi Body (Tampak Samping)

Sensor ini memiliki bentuk silinder yang kokoh dengan detail ukuran (dalam mm):

  • Diameter Body: 34 mm (Diberi label “34 dia.” pada gambar).

  • Panjang Total Body: 82 mm (Dari ujung sensor hingga batas penjepit kabel).

  • Panjang Kabel yang Keluar: Ditandai 13 mm pada bagian pangkal pelindung kabel.

  • Panjang Effective Sensing Area: 20 mm (Area sensitif di ujung sensor).

Fitur Bagian Belakang (Tampak Belakang)

Pada bagian belakang sensor terdapat kontrol dan indikator penting:

  1. Potentiometer Penyetel Sensitivitas (Screw Hole): Lubang sekrup untuk obeng penyetel, digunakan untuk kalibrasi jarak deteksi (jarak ideal 3-25 mm tergantung material).

  2. LED Indikator: Memberikan sinyal status operasional.

  3. Cable Clamp: Penjepit kabel untuk memastikan koneksi kabel tidak mudah putus karena tarikan.

2. Detail Kabel (Wiring Cable Specifications)

Anda perlu memperhatikan perbedaan spesifikasi kabel antara model DC (E & F) dan model AC (Y) saat melakukan terminasi di panel kontrol.

Spesifikasi Kabel Umum (Semua Model)

  • Jenis Kabel: Round cable berinsulasi vinyl dengan diameter 6 mm.

  • Panjang Standar: 2 meter (tersedia opsi 5 meter pada model tertentu).

  • Ukuran Konduktor: Cross-section 0.5 mm².

  • Diameter Insulator: 1.9 mm.

Spesifikasi Konduktor Spesifik

  • E Models (DC 3-Wire): Memiliki 3 konduktor di dalam kabel.

  • Y Models (AC 2-Wire): Memiliki 2 konduktor di dalam kabel.

3. Skema Rangkaian Output (Wiring Diagram) AC 2-Wire

Gambar kedua menunjukkan skema rangkaian untuk Model AC 2-Wire. Skema ini sangat penting untuk mencegah salah sambung yang dapat merusak sensor.

Diagram Sirkuit Internal & Eksternal

Rangkaian ini didesain simpel namun kuat:

  • Warna Kabel: Cokelat (Brown) dan Biru (Blue).

  • Sirkuit Sensor: Di dalam kotak putus-putus terdapat “Proximity Sensor main circuit” yang diproteksi oleh dioda dan jembatan dioda (rectifier).

  • Cara Koneksi:

    1. Sambungkan kabel Cokelat (Brown) ke satu sisi Beban (Load).

    2. Sambungkan sisi lain Beban (Load) ke sumber listrik AC.

    3. Sambungkan kabel Biru (Blue) langsung ke sumber listrik AC.

  • Catatan SEO: Pastikan beban (load) selalu dipasang seri dengan sensor. Jangan menghubungkan kabel Brown dan Blue langsung ke sumber listrik AC tanpa beban.

4. Cara Kerja dan Timing Chart (Model NC – Normally Closed)

Gambar kedua juga menampilkan Timing Chart yang menjelaskan bagaimana sensor merespon saat ada objek, khusus untuk model NC (Normally Closed).

Analisis Timing Chart (Model NC)

  • Kondisi Awal (No Object): Saat objek TIDAK TERDETEKSI, status beban (Load) adalah “Operate” (ON). Ini berarti arus mengalir ke beban (bepsi sebagai sakelar tertutup).

  • Saat Objek Terdeteksi (Object Yes): Saat objek kapasitif (logam, cairan, plastik, dll.) masuk ke jarak sensing area, sensor akan “Reset” (OFF). Arus ke beban akan diputus (bepsi sebagai sakelar terbuka).

  • Indikator LED: Saat objek terdeteksi (beban OFF), Operation Indicator (LED Merah) akan ON.

Beberapa Contoh Sensor Omron Lainnya Selain E2K-C25MY2 5M yang Kami Sediakan

Selain tipe E2K-C25MY2 5M, kami juga menyediakan berbagai varian sensor Omron seri E2K lainnya untuk memenuhi kebutuhan otomasi industri Anda:

  1. E2K-C25ME2 2M
  2. E2K-C20MC1 2M
  3. E2K-C25MY1 2M
  4. E2K-C25MF1 2M
  5. E2K-C25ME1 2M
  6. E2K-C20MC2 2M
  7. E2K-C20MT1 2M
  8. E2K-C20MT2 2M
  9. E2K-C25ME1 5M
  10. E2K-C25ME2 5M
  11. E2K-C25MF1 5M
  12. E2K-C25MF2 2M
  13. E2K-C25MF2 5M
  14. E2K-C25MY1 5M
  15. E2K-C25MY2 2M

Baca juga : Jual Sensor Kapasitif Omron Indonesia Original

Jual Sensor Omron E2K-C25MY2 5M

Dapatkan penawaran harga terbaik untuk kebutuhan Sensor Omron E2K-C25MY2 5M atau tipe lainnya. Kami siap mengirimkan pesanan Anda dengan cepat dan aman ke seluruh wilayah Indonesia.

Dapatkan brand dan lini produk lainnya di PT. RDS untuk memperkuat sistem industri Anda.

Hubungi Kami Segera:
PT. Raibung Delapan Sinergi Partner Terpercaya untuk Supply Sensor dan Solusi Otomasi Industri di Indonesia.

PT-RDS
JL TB Simatupang No.18 RT 002  RW 001
KEL. Kebagusan KEC. Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Email: info@raibungdelapansinergi.com
Telepon: 021 27841849
Tim Marketing Kami :
08131970440 ( Marketing Ardian )
08131970441  ( Marketing  Luthfi )
08131970442 ( Marketing Rofie )
08131970443 ( Marketing Iyan )