Omron E2K-C20MT1 2M

Jual Sensor Omron E2K-C20MT1 2M

PT RDS (Raibung Delapan Sinergi) menghadirkan Sensor Omron E2K-C20MT1 2M – sensor kapasitif jarak jauh andal untuk lini produksi anda. 100% orisinal, garansi 1 tahun, harga kompetitif, dan pengiriman cepat ke seluruh Indonesia. Tidak ada kompromi untuk keandalan industri anda.

Sensor Omron E2K-C20MT1 2M

Stabilitas deteksi di tengah gangguan listrik (noise) adalah kunci di dunia otomatisasi industri. Kami menjual Sensor Omron E2K-C20MT1 2M – sensor kapasitif jarak jauh dengan ketahanan noise superior, solusi tepat untuk pabrik di Indonesia. Simak spesifikasi, keunggulan, dan mengapa sensor ini menjadi andalan teknisi serta integrator sistem di tanah air.

Omron E2K-C20MT1 2M

Sensor ini memperkuat jajaran Noise-resistant Models dari seri E2K-C, yang secara khusus menangani lingkungan dengan interferensi elektromagnetik tinggi—seperti area yang dipenuhi mesin las, inverter, motor besar, atau perangkat switching daya.

Keunggulan Utama:

Fitur Spesifikasi
Jarak sensing 20 mm (adjustable 3–20 mm)
Catu daya universal 24–240 VAC / 24–240 VDC
Frekuensi respon AC: 25 Hz, DC: 40 Hz
Arus beban maksimal 5–200 mA (resistive load)
Indikator operasi Kuning (LED)
Mode operasi Normally Open (NO) – kode T1
Proteksi IP65 (tahan debu & semprotan air)
Material case PBT (tahan bahan kimia & kelembaban)
Tegangan dielektrik 1.500 VAC selama 1 menit

Catatan: Akhiran T1 menandakan mode Normally Open (NO) – output ON saat objek terdeteksi. Untuk kebutuhan Normally Close (NC), tersedia varian E2K-C20MT2 2M.

Omron E2K-C20MT1 2M – Catu Daya AC/DC Universal

Butuh sensor yang bisa bekerja di berbagai rentang voltase? Kami menawarkan Omron E2K-C20MT1 2M dengan fitur catu daya universal dan desain noise-resistant. Simak spesifikasi lengkap dan fitur unggulannya yang membuat sensor ini menjadi pilihan utama para teknisi otomasi berikut ini.

1. Catu Daya Universal AC/DC

Berbeda dengan sensor kapasitif biasa yang terbatas pada satu jenis tegangan, Omron E2K-C20MT1 2M mendukung penggunaan listrik AC maupun DC 24–240V sehingga Anda tidak perlu mengganti unit sensor saat menghadapi tegangan yang berbeda. Ini sangat menguntungkan untuk:

  • Panel kontrol dengan tegangan campuran

  • Proyek retrofit mesin lama

  • Pengadaan stok yang lebih fleksibel

2. Tahan Gangguan Listrik (Noise-resistant)

Model MT dirancang dengan sirkuit internal yang kebal terhadap noise frekuensi tinggi, sehingga deteksi tetap akurat meskipun dipasang di dekat kabel daya besar atau perangkat switching.

3. Jarak Deteksi Jauh & Adjustable

Dengan jarak deteksi maksimal 20 mm (dapat diatur dari 3 mm hingga 20 mm), sensor ini mampu mendeteksi:

  • Konduktor (logam: besi, baja, aluminium)

  • Dielektrik (kaca, keramik, kayu, plastik, cairan, bubuk)

4. Proteksi Tingkat Tinggi
  • IP65 – Tahan terhadap debu dan semprotan air dari segala arah.

  • Material PBT – Lebih kuat terhadap paparan minyak, pelarut, dan kelembaban dibandingkan ABS biasa.

Spesifikasi Lengkap Omron E2K-C20MT1 2M

Parameter Nilai
Model E2K-C20MT1 2M
Tipe Noise-resistant, AC/DC 2-wire
Sensing distance 20 mm (adjustable 3–20 mm)
Objek deteksi Konduktor & dielektrik
Objek standar Plat logam grounded 50x50x1 mm
Differential travel 15% maksimal
Power supply 24–240 VAC (50/60 Hz) atau 24–240 VDC
Arus bocor (leakage) 1.5 mA (24VDC), 2.5 mA (250VAC)
Sisa tegangan (residual) AC: 10 V maks., DC: 8 V maks.
Suhu operasi -25°C hingga 70°C
Kelembaban operasi 35%–95% (non kondensasi)
Pengaruh suhu ±15% (pada -10–55°C), ±25% (pada -25–70°C)
Tahanan isolasi 50 MΩ (500 VDC)
Tahanan getaran 10–55 Hz, 1.5 mm double amplitude, 2 jam
Tahanan kejut 500 m/s², 10 kali
Panjang kabel 2 meter (pre-wired)
Berat (dikemas) ±240 gram
Aksesoris Bracket pemasangan, sekrup M4, manual
Perbandingan dengan Model Lain dalam Seri E2K-C
Model Jarak Catu Daya Ketahanan Noise Proteksi Beban
E2K-C25MY1 25 mm 100–220 VAC Standar Surge suppressor
E2K-C20MT1 20 mm 24–240 VAC/DC Tinggi (Noise-resistant)
E2K-C20MC1 20 mm 12–24 VDC Tinggi Short-circuit protection

Kesimpulan: Pilih E2K-C20MT1 2M jika anda membutuhkan fleksibilitas tegangan AC/DC dan ketahanan noise, tanpa perlu proteksi hubung singkat.

Karakteristik Teknis dan Performa Omron E2K-C20MT1 2M

Untuk memastikan akurasi dan keamanan instalasi pada mesin anda, berikut adalah analisis grafik performa berdasarkan datasheet resmi Omron:

1. Rentang Deteksi Presisi (Sensing Area)

Grafik pertama menunjukkan Engineering Data untuk jarak deteksi objek standar.

  • Arah Deteksi: Sensor ini memiliki karakteristik deteksi melengkung yang sangat stabil. Pada sumbu X (jarak vertikal), sensor mampu mendeteksi objek standar hingga jarak 20 mm.

  • Sisi Lateral (Sumbu Y): Untuk deteksi objek dari arah samping, sensor mulai memberikan respon pada rentang jarak ±15 mm hingga ±20 mm dari titik tengah sensing head.

  • Keuntungan: Pola deteksi ini memudahkan teknisi dalam memposisikan objek (misal: botol, plastik, atau logam) agar terbaca secara konsisten meskipun posisi objek sedikit bergeser.

2. Efisiensi Arus Bocor (Leakage Current)

Pada model AC, memahami arus bocor sangat penting untuk mencegah beban (load) tetap menyala (ON) meskipun sensor dalam kondisi OFF.

  • Stabilitas Tegangan: Grafik menunjukkan bahwa pada penggunaan AC Power, arus bocor tetap stabil di angka yang sangat rendah (sekitar 1.25 mA) pada rentang tegangan 100V hingga 250V AC.

  • Keamanan Komponen: Dengan arus bocor yang konsisten dan rendah, sensor ini aman digunakan untuk mentrigger berbagai jenis PLC atau relay tanpa menyebabkan false trigger.

3. Karakteristik Tegangan Beban (Load Voltage)

Grafik ketiga memberikan panduan mengenai hubungan antara tegangan beban dan arus beban pada penggunaan 100 VAC dan 200 VAC:

  • Residual Output Voltage (Saat ON): Ketika sensor dalam kondisi ON, tegangan yang diteruskan ke beban hampir mendekati tegangan catu daya penuh (sekitar 95V pada 100VAC, dan 195V pada 200VAC). Ini menjamin performa beban yang maksimal.

  • Residual Load Voltage (Saat OFF): Grafik menunjukkan penurunan tegangan beban yang signifikan seiring bertambahnya arus beban. Hal ini memastikan bahwa saat sensor dalam kondisi OFF, beban benar-benar tidak mendapatkan tegangan sisa yang dapat membahayakan sistem.

  • Rekomendasi Arus: Sensor bekerja paling optimal pada rentang arus beban antara 5 mA hingga 200 mA.

Mengapa Informasi Ini Penting? Memahami data grafik di atas memastikan bahwa anda memilih Omron E2K-C20MT1 2M yang tidak hanya canggih secara fitur, tetapi juga teruji secara data teknis untuk menjaga stabilitas arus di panel kontrol anda.

Beberapa Contoh Sensor Omron Lainnya Selain E2K-C25MY2 5M yang Kami Sediakan

Selain Omron E2K-C20MT1 2M, PT. RDS juga menyediakan beragam varian sensor proximity kapasitif seri E2K-C lainnya dengan pilihan jarak deteksi, panjang kabel, dan mode operasi yang berbeda, untuk kebutuhan otomasi industri anda di seluruh Indonesia.

  • E2K-C25MY2 5M
  • E2K-C25ME2 2M
  • E2K-C20MC1 2M
  • E2K-C25MY1 2M
  • E2K-C25MF1 2M
  • E2K-C25ME1 2M
  • E2K-C20MC2 2M
  • E2K-C20MT2 2M
  • E2K-C25ME1 5M
  • E2K-C25ME2 5M
  • E2K-C25MF1 5M
  • E2K-C25MF2 2M
  • E2K-C25MF2 5M
  • E2K-C25MY1 5M
  • E2K-C25MY2 2M
  • E2K-C20MT1 2M

Sensor Kapasitif E2K-C20MT1

Baca juga : Jual Sensor Kapasitif Omron Indonesia Original

Jual Sensor Omron E2K-C20MT1 2M

Jangan biarkan gangguan listrik menghambat produktivitas pabrik Anda. Sensor Omron E2K-C20MT1 2M dari PT. RDS adalah solusi tepat untuk deteksi stabil di tengah lingkungan industri penuh noise. Dengan catu daya universal AC/DC, jarak deteksi 20 mm, serta garansi resmi 1 tahun, sensor ini siap menjadi andalan sistem otomasi Anda.

Temukan berbagai brand dan produk industri terbaik lainnya hanya di PT. RDS.

Hubungi kami sekarang juga untuk harga terbaik. Klik WhatsApp atau telepon hari ini – jangan sampai kehabisan!

PT-RDS
JL TB Simatupang No.18 RT 002  RW 001
KEL. Kebagusan KEC. Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Email: info@raibungdelapansinergi.com
Telepon: 021 27841849
Tim Marketing Kami :
08131970440 ( Marketing Ardian )
08131970441  ( Marketing  Luthfi )
08131970442 ( Marketing Rofie )
08131970443 ( Marketing Iyan )

Related posts: