Omron E2E2-X5MY1 2M

Jual Sensor Omron E2E2-X5MY1 2M

PT RDS menyediakan Sensor Omron E2E2-X5MY1 2M original yang dirancang untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi sistem otomasi industri Anda. Dengan performa stabil dan daya tahan tinggi, sensor ini menjadi pilihan ideal untuk berbagai aplikasi industri. Produk yang kami tawarkan adalah produk baru 100% dengan garansi 1 tahun, harga kompetitif, serta pengiriman cepat ke seluruh Indonesia. PT RDS siap menjadi solusi terpercaya bagi efisiensi operasional industri Anda.

Sensor Omron E2E2-X5MY1 2M

Dalam dunia industri modern, penggunaan sensor berkualitas tinggi menjadi faktor penting untuk menjaga efisiensi dan akurasi proses produksi. Kami menjual Sensor Omron E2E2-X5MY1 2M sebagai salah satu pilihan terbaik yang banyak digunakan, dengan performa stabil serta daya tahan tinggi. Produk ini dirancang khusus untuk mendeteksi objek logam dengan presisi, bahkan dalam kondisi lingkungan yang menantang.

Jika Anda sedang mencari sensor proximity yang handal, tahan lama, dan mudah dipasang, maka Omron E2E2-X5MY1 2M yang kami jual merupakan solusi tepat untuk memenuhi kebutuhan industri Anda.

Spesifikasi Teknis Sensor Omron E2E2-X5MY1 2M

Berikut adalah spesifikasi lengkap yang perlu Anda ketahui sebelum menggunakan produk ini:

1. Spesifikasi Umum
  • Ukuran kepala sensor: M12
  • Tipe: Silinder (berulir), unshielded
  • Metode koneksi: Pre-wired cable 2 meter
  • Berat: ±65 gram
2. Kinerja dan Performa
  • Jarak deteksi: 5 mm ±10%
  • Jarak setting: 0 – 4 mm
  • Jarak diferensial: Maks. 10% dari sensing distance
  • Objek deteksi: Logam ferrous (sensitivitas menurun pada non-ferrous)
  • Objek standar: Besi 15 x 15 x 1 mm
  • Frekuensi respon: 25 Hz
3. Spesifikasi Listrik
  • Tegangan suplai: 24 – 240 VAC
  • Rentang tegangan operasi: 20 – 264 VAC
  • Arus bocor: Maks. 1.7 mA
  • Output kontrol: 5 – 200 mA
  • Mode output: Normally Open (NO)
4. Ketahanan Lingkungan
  • Suhu operasi: -40°C hingga 85°C
  • Kelembapan: 35% – 95%
  • Proteksi: IP67 (tahan air dan debu)
  • Tahan minyak (oil-proof)
5. Daya Tahan dan Keamanan
  • Resistansi isolasi: Min. 50 MΩ pada 500 VDC
  • Ketahanan dielektrik: 4.000 VAC selama 1 menit
  • Tahan getaran: 10 – 55 Hz (2 jam per sumbu)
  • Tahan guncangan: 1000 m/s²

Material Berkualitas Tinggi untuk Umur Pakai Panjang

Omron memproduksi sensor E2E2-X5MY1 2M menggunakan material premium untuk memastikan ketahanan dalam penggunaan jangka panjang:

  • Body (case): Kuningan (brass)
  • Permukaan sensor: Polybutylene terephthalate (PBT)
  • Mur pengunci: Brass dengan lapisan nikel
  • Washer: Besi berlapis seng

Material ini tidak hanya kuat, tetapi juga tahan terhadap korosi dan kondisi lingkungan industri yang keras.

Sistem Koneksi dan Karakteristik Kerja

Untuk memudahkan integrasi ke dalam sistem kontrol Anda, berikut adalah detail rangkaian kabel dan logika kerja sensor:

1. Diagram Output (Wiring) Sensor Omron E2E2-X5MY1 2M menggunakan konfigurasi AC 2-wire yang sangat praktis:

  • Kabel Cokelat (Brown): Terhubung ke jalur tegangan AC melalui beban (Load).

  • Kabel Biru (Blue): Terhubung ke jalur netral.

  • Rangkaian Internal: Dilengkapi dengan rectifier bridge (jembatan penyearah) dan rangkaian utama sensor proximity yang memastikan stabilitas arus AC saat mendeteksi objek.

2. Cara Kerja (Timing Chart) Karena sensor ini memiliki mode output NO (Normally Open), perilakunya adalah sebagai berikut:

  • Saat Objek Hadir (Present): Indikator operasi (LED merah) akan menyala (ON) dan output kontrol akan aktif (ON).

  • Saat Objek Tidak Ada (Not Present): Indikator operasi mati (OFF) dan output kontrol terputus (OFF).

Panduan Pemasangan yang Aman

Agar sensor bekerja optimal tanpa gangguan induksi dari lingkungan sekitar atau sensor lain, perhatikan panduan jarak pemasangan berikut:

1. Pengaruh Logam di Sekitar (Effects of Surrounding Metals) Karena tipe E2E2-X5MY1 2M adalah unshielded (tanpa pelindung samping), ia membutuhkan ruang lebih luas agar logam statis di sekitar tidak mengganggu deteksi:

  • Jarak Tonjolan (l): Kepala sensor harus menonjol minimal 15 mm dari permukaan logam pemasangannya.

  • Diameter Lubang (d): Jika sensor masuk ke dalam lubang, diameter lubang minimal adalah 40 mm.

  • Kedalaman Ruang (D): Pastikan ada jarak minimal 15 mm dari titik awal kepala sensor.

  • Jarak Objek Depan (m): Minimal 20 mm dari logam statis di depannya.

  • Celah Samping (n): Jika diapit dua blok logam, pastikan terdapat jarak minimal 36 mm.

2. Pencegahan Gangguan Antar Sensor (Mutual Interference) Jika Anda memasang dua atau lebih sensor secara bersamaan, gunakan jarak batas berikut:

  • Posisi Berhadapan (A): Jarak minimal antar kepala sensor adalah 120 mm.

  • Posisi Sejajar (B): Jarak minimal antar titik tengah sensor yang dipasang berdampingan adalah 100 mm.