Jual Sensor Omron E2E2-X2Y2 2M
PT RDS (Raibung Delapan Sinergi) menghadirkan Sensor Omron E2E2-X2Y2 2M original bergaransi sebagai solusi tepat untuk meningkatkan akurasi dan kinerja sistem produksi Anda. Kami menyediakan produk baru 100% dengan garansi 1 tahun, harga kompetitif, serta layanan pengiriman cepat ke seluruh Indonesia. Dengan komitmen pada kualitas, PT RDS siap menjadi mitra andal dalam mendukung efisiensi operasional industri Anda.
Omron E2E2-X2Y2 2M
Omron E2E2-X2Y2 2M merupakan sensor induktif berbentuk silinder dengan ukuran standar M12 yang kami jual untuk memenuhi kebutuhan sistem otomasi industri Anda. Sensor ini bekerja menggunakan sistem AC 2-wire, sehingga cocok digunakan pada jaringan listrik industri tanpa memerlukan konversi tambahan. Dengan mode operasi NC (Normally Closed), sensor ini memberikan keamanan ekstra dalam sistem kontrol karena tetap aktif dalam kondisi normal.
Sensor ini memiliki jarak deteksi hingga 2 mm, sangat ideal untuk aplikasi yang membutuhkan presisi tinggi dalam ruang terbatas. Dengan spesifikasi tersebut, Sensor Omron E2E2-X2Y2 2M sebagai solusi yang andal untuk mendukung kinerja mesin industri Anda.
Spesifikasi Teknis Omron E2E2-X2Y2 2M
Sensor Omron E2E2-X2Y2 2M merupakan sensor induktif berkualitas tinggi yang dirancang untuk memberikan deteksi logam yang akurat, stabil, dan tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan industri.
Berikut spesifikasi teknis lengkapnya:
| Kategori | Spesifikasi |
|---|---|
| Karakteristik Umum | |
| Ukuran kepala sensor | M12 |
| Tipe | Silinder (berulir), Shielded |
| Sumber daya | AC 2-wire |
| Mode operasi | NC (Normally Closed) |
| Jarak sensing | 2 mm ±10% |
| Jarak setting | 0 – 1.6 mm |
| Performa dan Output | |
| Frekuensi respon | 25 Hz |
| Tegangan suplai | 24 – 240 VAC |
| Rentang tegangan operasi | 20 – 264 VAC |
| Arus bocor | Maksimal 1.7 mA |
| Kapasitas switching | 5 – 200 mA |
| Karakteristik Deteksi | |
| Objek deteksi | Logam ferrous |
| Objek standar | Besi 12 × 12 × 1 mm |
| Jarak diferensial | Maks. 10% dari jarak sensing |
| Indikator dan Keamanan | |
| Indikator | LED merah (operasi) |
| Resistansi isolasi | Min. 50 MΩ |
| Kekuatan dielektrik | 4.000 VAC selama 1 menit |
| Ketahanan Lingkungan | |
| Suhu operasi | -40°C hingga 85°C |
| Kelembaban | 35% – 95% RH |
| Ketahanan getaran | 10–55 Hz |
| Ketahanan shock | 1000 m/s² |
| Standar proteksi | IP67 dan oil-proof |
| Material dan Konstruksi | |
| Body | Kuningan (brass) |
| Permukaan sensing | PBT |
| Mur pengunci | Brass berlapis nikel |
| Washer | Besi berlapis zinc |
| Koneksi dan Aksesoris | |
| Metode koneksi | Kabel langsung (pre-wired) |
| Panjang kabel | 2 meter |
| Berat | ±65 gram |
| Aksesoris | Manual instruksi |
Ukuran Fisik dan Struktur Mekanis Sensor
Sensor ini memiliki desain kompak dan presisi tinggi yang memudahkan pemasangan di berbagai mesin industri.
Dimensi utama:
- Diameter kepala: ±21 mm
- Diameter dalam: ±17 mm
- Panjang total: ±60 mm
- Panjang ulir efektif: ±55 mm
- Ukuran ulir: M12 × 1
- Panjang bagian depan: ±9–10 mm
Fitur mekanis:
- Dilengkapi 2 mur pengunci (clamping nuts)
- Washer bergerigi untuk mencegah pergeseran
- Indikator LED sebanyak 2 buah
Spesifikasi kabel:
- Diameter kabel: 4 mm
- 2 atau 3 konduktor (tergantung tipe)
- Luas penampang: 0.3 mm²
- Diameter isolator: 1.3 mm
- Panjang kabel: 2 meter
- Dapat diperpanjang hingga 200 meter (menggunakan conduit logam terpisah)
1. Diagram Output dan Sistem Wiring
Sensor Omron E2E2-X2Y2 2M menggunakan sistem rangkaian output AC 2-wire yang sederhana namun efektif.
Konfigurasi kabel:
- Kabel coklat (Brown) → Terhubung ke sumber tegangan AC melalui beban (load)
- Kabel biru (Blue) → Terhubung ke jalur netral
Di dalam sensor terdapat:
- Rangkaian utama proximity sensor
- Dioda proteksi
- Rangkaian penyearah (rectifier bridge) untuk sistem AC
Konfigurasi ini memungkinkan sensor bekerja stabil pada berbagai kondisi tegangan industri tanpa gangguan signifikan.
2. Cara Kerja Sensor (Timing Chart)
Sensor ini bekerja berdasarkan perubahan medan elektromagnetik saat mendeteksi objek logam. Berikut penjelasan karakteristik kerjanya:
1. Saat Objek Tidak Terdeteksi
- Indikator operasi (merah): OFF
- Output kontrol: ON (karena mode NC)
2. Saat Objek Terdeteksi
- Indikator operasi (merah): ON
- Output kontrol: OFF
3. Saat Objek Keluar dari Area Deteksi
- Indikator kembali OFF
- Output kembali ON
Respons ini terjadi secara cepat dengan frekuensi hingga 25 Hz, sehingga cocok untuk aplikasi dengan pergerakan objek yang dinamis.
3. Jarak Pemasangan dan Pencegahan Gangguan (Mutual Interference)
Untuk memastikan sensor bekerja dengan akurasi tinggi tanpa gangguan dari sensor lain di sekitarnya, Anda perlu memperhatikan jarak minimum pemasangan antar sensor (mutual interference).
Apabila Anda memasang lebih dari satu sensor secara berdekatan, ikuti panduan jarak berikut:
-
Posisi Berhadapan (A): Jarak minimal antara dua kepala sensor yang saling berhadapan adalah 30 mm.
-
Posisi Sejajar (B): Jarak minimal antara titik tengah (as) dua sensor yang dipasang berdampingan adalah 20 mm.
4. Pengaruh Logam di Sekitar Sensor (Effects of Surrounding Metals)
Karena E2E2-X2Y2 adalah sensor induktif, keberadaan logam statis di sekitar area deteksi dapat memengaruhi sensitivitasnya. Gunakan panduan berikut untuk pemasangan pada bracket atau lubang mesin:
-
Kedalaman Pemasangan (I): Untuk tipe shielded ini, sensor dapat dipasang rata dengan permukaan logam (l: 0 mm).
-
Diameter Lubang (d): Jika sensor dimasukkan ke dalam lubang logam, diameter lubang minimal adalah 12 mm.
-
Kedalaman Potongan (D): Tidak diperlukan jarak tambahan untuk bagian depan sensor (D: 0 mm).
-
Jarak Objek di Depan (m): Pastikan tidak ada logam statis lain di depan sensor dalam jarak minimal 8 mm agar tidak terdeteksi secara konstan.
-
Lebar Celah Logam (n): Jika sensor berada di antara dua blok logam, pastikan terdapat celah minimal 18 mm.
